1. Coba jelaskan mengapa terjadi perlawanan rakyat Aceh terhadap Portugis pada pertengahan abad ke-16!
Jawab:
Aceh merupakan bandar strategi yg
menjelma menjadi kerajaan dagang yg kuat pada zaman pemerintahan Iskandar Muda
(1607-1636) pada pertengahan ini aceh menjadi ancaman. Kekuatan bagi portugis
yg menguasa Malaka. Itulah sebabnya portugis selalu mengadakan blokade terhadap
aceh yang mencegah hubungannya dengan bangsa luar.
2. Coba ceritakan secara singkat perlawanan
rakyat Maluku terhadap dominasi Portugis!
Jawab:
Portugis berhasil memasuki Kepulauan
Maluku pada tahun 1521. Mereka memusatkan aktivitasnya di Ternate. Pada tahun
1529 terjadi perang antara Tidore melawan Portugis. Penyebab perang ini karena
kapal-kapal Portugis menembaki jung-jung dari benda yg akan membeli cengkeh ke
Tidore. Tentu saja Tidore tidak dapat menerima tindakan armada Portugis. Rakyat
Tidore angkat senjata. Terjadilah perang antara Tidore melawan Portugis.
Portugis semakin berkuasa untuk memaksakan kehendaknya melakukan monopoli
perdagangan rempah-rempah di Maluku.
3. 3. Mengapa Sultan Agung bersikeras untuk
mengusir VOC dari Batavia? Mengapa tidak berhasil?
Jawab:
Karena:
1. tindakan monopoli yg dilakukan VOC,
2. VOC sering menghalang-halangi kapal-kapal
dagang Mataram yg akan berdagang ke Malaka,
3. VOC menolak untuk mengakui kedaulatan
Mataram, dan
4. Keberadaan VOC di Batavia telah memberikan
ancaman serius bagi masa depan Pulau Jawa.
Tetapi semua itu tidak berhasil karena,
kekuatan antara VOC dengan senjatanya jauh lebih unggul, sehingga dapat memukul
mundur semua lini kekuatan pasukan mataram.
4. 4. Bagaimana pendapat dan penilaian kamu tentang
pandangan bahwa Aru Palaka itu bukan merupakan pengkhianat tetapi justru
merupakan tokoh pejuang dari Bone?
Jawab:
Menurut pendapat saya: Aru Palaka
adalah seorang manusia biasa, yg dapat berbuat baik dan buruk. Semua yg telah
ia perbuat banyak hal untuk rakyatnya, dan ia pantas untuk mendapatkan tahta
menjadi seorang raja dengan apa yg telah ia perbuat.
5. 5. Apa, mengapa, dan bagaimana “Siasat Hadiah
Sultan”, coba jelaskan!
Jawab:
Mendengar adanya sayembara berhadiah
itu, Pangeran Mangkubumi ingin mencoba sekaligus menakar seberapa jauh komitmen
dan kejujuran Pakubuwana II. Pangeran Mangkubumi adalah adik dari Pakubuwana
II. Pangeran Mangkubumi dan para pengikutnya berhasil memadamkan perlawanan Mas
Said.
6. 6. Coba lakukan telaah hal ihwal tentang surat
izin bermukim atau “surat pas” bagi orang-orang Cina dan coba kaitkan dengan
fenomena kehidupan masyarakat Indonesia sekarang.
Jawab:
Untuk membatasi kedatangan orang-orang
Cina ke Batavia, VOC mengeluarkan ketentuan bahwa setiap orang Cina yg tinggal
di Batavia harus memiliki surat izin bermukim atau surat pas. Apabila
tidakmemiliki surat ini, akan di tangkap dengan di beri waktu 6 bulan untuk
mendapatkan surat ini terjadinya penyelewengan dengan biaya lebih mahal.
Akibatnya orang Cina melarikan diri dan mengacaukan keberadaan VOC di Batavia.
Berkaitan dengan di Indonesia banyak masyarakat bangsa Indonesia tidak memiliki
KTP mereka seperti memiliki beban.
7. 7. Coba jelaskan jalannya perlawanan Pangeran
Mangkubumi dan Raden Mas Said, tunjukkan pula pembagian wilayah perlawanan
antara kedua pasukan itu! Siapa De Clerq, bagaimana nasibnya?
Jawab:
Perlawanan Pangeran Mangkubumi dan Mas
Said (1749 – 1757) Pada tahun 1743, Paku Buwono II menyerahkan pantai utara
Pulau Jawa kepada VOC. Pangeran Mangkubumi dan Mas Said tidak setuju, karena
kota-kota di pantai utara Pulau Jawa merupakan pelabuhan dagang yang menjadi
sumber penghasilan bagi Mataram. Pangeran Mangkubumi melawan Paku Buwono II,
karena raja ini tidak menepati janjinya yang akan memberikan daerah Sukawati
(Sragen). Bahkan dalam pertemuan para bangsawan di istana, pada tahun 1746,
Mangkubumi dipermalukan oleh Gubernur Jenderal van Imhoff. Ketika perang mulai
berkobar, Paku Buwono II wafat dan digantikan oleh puteranya yang bergelar Paku
Buwono III. Dalam perang melawan VOC, Mangkubumi dan Mas Said menggunakan
taktik gerilya. Ketika terjadi pertempuran di sungai Bogowonto, pasukan VOC
banyak yang binasa, dan pimpinan VOC De Clerk juga tewas. VOC akhirnya berhasil
membujuk Pangeran Mangkubumi untuk menandatangani Perjanjian Giyanti (1755).
Isi Perjanjian Giyanti adalah Kerajaan Mataram dibagi dua, yaitu: a.
Mataram Barat diserahkan kepada Pangeran Mangkubumi dengan gelar
Hamengku Buwono I, kerajaannya dinamakan Kasultanan Yogyakarta.
b. Mataram Timur, tetap dikuasai oleh Paku Buwono III,
kerajaannya dinamakan Kasultanan Surakarta. Untuk menghentikan perlawanan Mas
Said, VOC pada tahun 1575 membujuknya untuk menandatangani Perjanjian Salatiga
yang isinya Kerajaan Surakarta dibagi dua, yaitu: a. Bagian
barat diperintah oleh Sultan Paku Buwono III, dan disebut Kasunanan.
b. Bagian timur diperintah oleh Mas Said, yang bergelar
Pangeran Adipati Mangkunegoro I, wilayahnya disebut Mangkunegaran
8. 8. Di lingkungan kamu sangat mungkin terjadi
sisa-sisa atau situs yang terkait dengan perang melawan penjajahan (kalau tidak
ada di lingkungan kamu, cari peristiwa perang dulu yang paling dekat dengan
daerah kamu). Coba buatlah cerita tentang peristiwa perang itu dalam bentuk
tulis!
Jawab:
Pada zaman dahulu kala bangsa Indonesia
dijajah oleh bangsa Belanda, yg saat itu peperangan, dengan senjata pistol,
golok, celurit dan kampak, dan banyak benda-benda lainnyaa yang mematikan
puluhan ribu bangsa Indonesia. Dan Indonesiapun dengan penjajahan Belanda ini,
tidak mau kalah dan berusaha agar Indinesia merdeka dan akhirnya pada tanggal
17 agustus 1945 “INDONESIA MERDEKA”

0 comments:
Post a Comment